Indonesian Chinese (Simplified) English

Pengenalan Tibetan Buddhism

Wajrayana atau kadang ditulis Vajrayana, adalah suatu ajaran Buddha yang di Indonesia lebih sering dikenal dengan nama Tantra atau Tantrayana. Namun banyak juga istilah lain yang digunakan, seperti misalnya: mantrayana, ajaran mantra rahasia, ajaran Buddha eksoterik. Wajrayana adalah merupakan ajaran yang berkembang dari ajaran Buddha Mahayana, dan berbeda dalam hal praktek, bukan dalam hal fil...

Pengenalan Tentang Palyul

Apa itu palyul? Palyul adalah salah satu 6 Biara Induk ari Sekolah Nyingma atau Tradisi Terjemahan Awal dari Buddhisme Tibet. Biara ini didirikan pada tahun 1665 di Provinsi Kham, Tibet Timur (sekarang Baiyu, Sichuan, China) oleh Kunzang Sherab, Pemegang Tahta Pertama Palyul. His Holiness Karma Kuchen Rinpoche (kiri), Pemegang Tahta ke-12 adalah Pemimpin Silsilah Palyul saat ini. Sebagaimana ya...

Acara Palyul Nyingma Indonesia
Web Admin

Web Admin

Thupten Sherub Gyatso, merupakan seorang Tulku dari salah satu Palyul Monastery yang menuliskan penjelasan singkat ini
Inkarnasi Beliau sekarang adalah Rago Chogtrul saat ini tinggal di Tibet

Diterjemahkan oleh Khenpo Tenzin Norgay. 2004

The Benefits of Reciting the Praise

The wise one endowed with pure respect for the goddess,
Who recites these praises with perfect devotion
Remembering her in the evening and upon waking at dawn,
Will be endowed with complete freedom from fear.

A practitioner who recites the praise in the evening and at dawn, recallingTara’s qualities with pure devotion, and has the wisdom to discriminate between good and bad will be protected from the sixteen fears.  Others will be endowed with complete freedom from all fears.  It is also said that we must meditate on her wrathful form in the evening to pacify the harms of this life, and visualize her peaceful form at dawn and recite the praises to save ourselves from rebirth in the lower realms.

All their sins will be pacified,
Causing destruction to all lower realms.
And the seven million Victorious Ones
Will quickly grant them empowerment.
Thus, they will attain greatness, and progress
To the stage of Buddhahood.

The daily practice of the Twenty-One Praises toTarawill cause all of the practitioner’s sins to be pacified and purified.  Those who recite the praise will not experience the sufferings of the lower realms.  The seven million Victorious Ones who abide with the Noble Lady will swiftly bless and empower the practitioners.  In this life, the practitioners of this praise will achieve the great bliss of place, body, retinue, and the qualities of the dharma of transmitted precepts and realization.  They will swiftly attain the paths and bhumis, and reach the ultimate state of enlightenment.

By remembering Her, the most violent poisons
Abiding in the earth or in beings
Whether eaten or drunk
Will be completely removed.

At the conventional level, practitioners will be protected from terrible diseases, and the pain caused by aconite and other inanimate poisons.  They will be protected from the poisonous fangs, horns, stings and bites of animals.  The practice will also provide protection from the poisonous effect of the evil intentions of malignant spirits, protection from their touch, and the evil eye.  By remembering the goddess and her mantra, the harmful effect of poisons whether they have been eaten or drunk will be nullified.

This can eliminate various sufferings
Inflicted by the spirits, epidemics, and poisons
Even if done for the sake of other beings.

The practice can easily eliminate the suffering inflicted by outer and inner poisons, by dangerous epidemics and possession by evil spirits.  The same benefit can be achieved if the praise is recited for the sake other beings.

On sincerely reciting twice, three times, and seven times
The wish to have child will be fulfilled
And the desire for wealth can be achieved.
All the wishes will be fulfilled
Every hindrance destroyed in its turn

We must recite the praise twice, three and seven times in one session.  We can do the practice either two sessions a day: once during the day, and once during the night, or three sessions during the day and three sessions at night.  The Vajra holders of Indiaand Tibetteach that if one practices the sadhana of “The Four Mandala Offerings[i]” in this way, the desire to have children to continue one’s family line, or to provide students to uphold the dharma lineage will be fulfilled.  In the same way, if one wishes to have wealth for the happiness of this life and the next, excellent prosperity can easily be achieved.  Likewise, any other activities: siddhis[ii], temporal desires and ultimate wishes will be fulfilled.  By the compassion of the Venerable Mother, unfavorable obstacles in the future will not manifest, and harm will not arise from obstacles that have already occurred.  Since all purposes can be fully achieved, the wise must practice this sadhana with enthusiasm.

By explaining the Twenty-One Praises with devotion,
May all access the ocean of siddhis, clear all obstacles
And have the auspiciousness of complete enlightenment,
By swiftly having a vision of Her face, embraced
By the unchanging bliss, endowed with all supreme attributes.

To summarize the text, the meaning of the root mantra is shown in the form of praise.  The twenty-one verses of homage show the twenty-one manifestations of the goddess.

Diterjemahkan oleh Admin Palyulindo
Manfaat Pelafalan Pujian

Orang bijak diberkahi dengan rasa hormat yang murni untuk Dewi Tara
Siapa yang melafalkan pujian ini dengan devosi sempurna
MengingatNya di malam hari dan saat setelah bangun subuh
Akan diberkahi dengan kebebasan penuh dari rasa takut

Seorang praktisi yang melafalkan pujian di malam hari dan saat subuh, mengingat kualitas Tara dengan devosi murnidan memiliki kebijaksanaan membedakan yang baik dan buruk akan dilindungi dari 16 ketakutan. Yang lainnya akan diberkahi dengan kebebasan penuh dari segala rasa takut. Hal ini juga dinyatakan bahwa kita harus merenungkan bentuk murkaNya di malam hari untuk menenangkan bahaya di kehidupan ini dan menvisualisasi bentuk yang damai saat fajar menyingsing dan melafalkan pujian untuk menyelamatkan diri kita dari terlahirnya kembali di alam yang lebih rendah.

Semua dosa-dosa mereka akan diampuni,
Penyebab kehancuran semau alam rendah
Dan The Seven Million Victorious Ones,
Akan cepat memberikan mereka inisiasi,
Dengan demikian, mereka akan mencapai keagungan dan keamjuan untuk tahap kebuddhaan

Praktik harian pujian 21 Tara akan meyebabkan dosa semua praktikisi diamupuni dan dimurnikan. Mereka yang melafalkan pujian tidak akan mengalamai penderitaan di alam rendah. The Seven Million Victorious Ones yang tunduk dengan Tara yang mulia akan cepat memberkati dan memberdayakan para praktisi. Dalam kehidupan ini, praktisi yang melakukan pujian ini akan mencapai kebahagiaan yang besar bagi tempat, tubuh dan pengikutnya dan kualitas dharma dari ajaran yang ditransmisikan terrealisasi. Mereka akan dengan cepat mencapai jalur menuju ke alam yang lebih tinggi dan mencapai pencerahan pada akhirnya.

Dengan mengingatNya, racun yang paling mematikan,
yang berada di bumi atau pada makhluk,
Baik dimakan atau diminum,
Akan sepenuhnya dihilangkan/ditawarkan

Pada tahap biasa, praktisi akan terlindungi dari penyakit yang mengerikan dan rasa sakit yang disebabkan racun akonit dan racun yang mematikan lainnya. Meraka akan dilindungi dari taring, tanduk, sengatan dan gigitan binatang beracun. Praktik ini juga akan memberikan perlindungan efek beracun dari niat jahat roh ganas, perlindungan dari sentuhan dan mata jahat mereka. Dengan mengingat Dewi Tara dan mantraNya, efek berbahaya dari racun baik yang dimakan atau diminum akan dihilangkan.

Hal ini dapat menghilangkan berbagai penderitaan
Yang ditimbulkan oleh roh-roh, wabah penyakit, dan racun
Bahkan jika dilakukan demi makhluk lain

Praktik ini dapat dengan mudah menghilangkan penderitaan yang diakibatkan oleh racun luar dan dalam, wabah penyakit berbahaya, dan kerasukan roh jahat. Manfaat yang sama dapat dicapai apabila melafalkan pujian ini demi memberi manfaat makhluk lain.

Melafalkan sebanyak 2 kali, 3 kali dan 7 kali dengan tulus
Keinginan untuk memiliki anak akan terpenuhi
Dan keinginan akan kekayaan dapat tercapai
Semua keinginan akan terpenuhi
Setiap hambatan hancur pada gilirannya

Kita harus melafalkan pujian 2 kali, 3 kali dan 7 kali dalam satu sesi. Kita bisa melakukan praktek baik dua sesi sehari: sekali di siang hari, dan sekali pada malam hari, atau tiga sesi siang hari dan tiga sesi di malam hari. Pemegang Vajra dari India  Tibet mengatakan bahwa jika seseorang berlatih sadhana "Empat Persembahan Mandala" dengan cara ini, keinginan memiliki anak untuk melanjutkan keturunan keluarga, atau untuk menyediakan murid untuk mempertahankan silsilah dharma akan terpenuhi. Dengan cara yang sama, jika seseorang ingin memiliki kekayaan untuk kebahagiaan dalam hidup ini dan berikutnya, baik kemakmuran dapat dengan mudah dicapai. Demikian juga, aktifitas lainnya : siddhi, keinginan duniawi dan keinginan akhir akan terpenuhi. Dengan welas asih dari Yang Mulia Bunda Tara, hambatan yang tidak menguntungkan di masa depan tidak akan terwujud, dan bahaya tidak akan muncul dari rintangan yang telah terjadi. Karena semua tujuan dapat sepenuhnya dicapai, orang yang bijak harus berlatih sadhana ini dengan antusias.

Dengan menjelaskan Puji 21 Tara ini dengan rasa bakti
Semoga semua yang terhubung dengan lautan pencapaian, menghapus semua hambatan
Dan memiliki keberuntungan dalam pencerahan penuh
Dengan cepat dapat memiliki penglihatan wajahNya, dipeluk
Dengan kebahagiaan yang tak berubah, diberkahi dengan semua atribut agung

Sebagai rangkuman teks, arti dari Mantra Akar ditunjukkan dalam bentuk pujian. Penghormatan Ayat 21 Tara  menunjukkan manifestasi dari 21 Dewi Tara.

PENGENALAN

Arti Praktik Nyungne

Praktik puasa Nyungne sangat terkenal, sangat populer dan praktik pemurnian yang mendalam yang banyak dilakukan di Tibet. Satu kali praktik Nyungne terdiri dari 2 hari melakukan praktik. Hari pertama adalah hari pendahuluan dan hari kedua adalah hari berpuasa sebenarnya. Mengambil suatu sumpah yang disebut sumpah Tekchen Sojong, sumpah pentahbisan pemulihan dan pemurnian dari Mahayana dengan jumlah delapan sila, dan pada hari pertama seseorang hanya makan dan minum untuk hari itu saja. Makanan benar-benar dan murni vegetarian yang berarti bebas dari semua yang mengandung daging serta bawang merah, bawang putih, telur dan lain-lain. Hari berikutnya benar-benar berpuasa tanpa makan atau minum dan peserta harus menjaga keheningan atau tidak berbicara sama sekali.
Ini penting dan menghargai praktik puasa yang dilakukan oleh siapapun. Satu-satunya persyaratan adalah bahwa jika bukan seorang Buddhis, anda harus mengambil sumpah perlindungan serta sumpah Bodhisattva, dan anda harus menerima inisiasi Avalokitesvara 1000 Tangan. Asalkan seseorang bersedia menerima ajaran ini, seseorang dipersilahkan berpartisipasi dalam praktek ini.

Asal usul Praktik Nyungne

Asal usul praktik ini adalah sosok yang dihormati dalam sejarah Buddhis yang dikenal sebagai Gelongma Palmo. Dia sebetulnya adalah seorang Putri Afghani selama waktu itu ketika Afghanistan adalah sebuah bangsa besar Buddhis. Padmasambhava, yang dianggap Buddha kedua setelah Sang Buddha, juga dikenal berasal dari daerah tersebut. Dalam buku sejarah Buddhis tempat ini dikenal sebagai Oddiyana, di tempat yang sekarang Barat Laut India. Gelongma Palmo adalah seorang yang sangat terpelajar, sepenuhnya ditahbiskan menjadi biarawati Buddhis yang mengatasi penyakit kusta yang ditakuti  melalui praktik Nyungne yang dilakukannya melalui sebuah penglihatan dari Chenrezig (Avalokitesvara). Tradisi praktik Nyungne yang luar biasa ini dimulai dari silsilah Beliau.

Manfaat secara umum Praktik Nyungne

Bagi mereka yang ingin membuat hidup manusia lebih berarti harus melakukan paling sedikit satu kali praktik Nyungne. Sekali praktik hanya 2 hari saja, tetapi dua hari tersebut dikhawatirkan akan terasa perjalanan yang cukup panjang dan yang tak terbatas. Karena manfaat yang sangat besaar dari praktik ini, sangat dianjurkan mengikuti praktik tersebut secara berkesinambungan dan menurut tradisi Tibet harus mengikuti paling sedikit delapan kali Nyungne dalam hidup ini.
Selama praktik beberapa orang mungkin merasa sedikit lapar dan haus. Tetapi sedikit lapar dan haus adalah benar-benar bernilai yang mana bertujuan benar-benar mengatasi sakit dan penderitaan seseorang di masa yang akan datang dan semua makhluk hidup di dunia ini. Pikirkankan bagaimana beberapa orang bersedia memanjat gunung berbatuan hanya untuk kegembiraan sesaat, dan yang lainnya bersedia mengalami berbagai jenis sakit dan penderitaan hanya untuk tujuan hidup. Hanya ada beberapa menit dan manfaat hidup yang singkat, tetapi orang-orang masih bersedia mengalami kesusahan. Manfaat yang sangat besar dari praktik ini benar-benar lebih besar dari kesulitan yang anda alami selama praktik.
Dalam Sutra of Great Liberation, salah satu doa pemurnian yang sangat mendalam, Sang Buddha mengatakan bahwa jika seseorang melafalkan sutra ini, pemurnian besar seperti itu bisa terjadi walau jika mereka mempunya karma yang menyebabkan terlahir di alam neraka, mereka mungkin hanya mengalami sedikit sakit kepala. Manfaat paktik Nyungne adalah sangat banyak seperti itu, berarti bahwa jika anda menderita sama sekali, itu akan memurnikan karma anda sendiri.
Seorang Praktisi besar Nyungne menulis tentang Nyungne bahwa jika kita dapat menyelesaikan Delapan Kali Nyungne akan membawa kita lebih bersukacita dan bahagia dari pada menerima semua kekayaan di seluruh dunia. Saya ira itu adalah betul, karena manfaat melakukan delapan kali Nyungne membawa kebahagiaan di masa depan selamanya. Sama gembiranya dengan anda menerima seluruh kekayaan di dunia ini, ini hanya untuk waktu yang singkat. Manfaat dari praktik ini benar-benar tanpa batas. Waktu praktik ini sangat singkat hanya 2 hari saja tetapi manfaat dan pahala sangat besar sekali. Dikatakan bahwa manfaat dan pahala mengikuti satu kali praktik Nyungne sama dengan manfaat dan pahala kita melafalkan mantra "Om Mani Padme Hum" setara dengan 100juta kali. Bayangkan untuk melafalkan mantra sebanyak itu membutuhkan waktu berapa lama? Dan manfaatnya juga sama jika seseorang yang tdaik dapat mengikuti paraktik tersebut tetapi ikut perpartispisapi mensponsori orang yang mengikuti Praktik Nyungne atau mensponsori kegiatan Praktik Nyungne tersebut.

*Jangan lewatkan kesempatan yang berharga ini untuk terus menerus melakukan Praktik Nyungne yang paling efektif dalam purifikasi karma buruk dan mengakumulasi pahala kebajikan*

Selasa, 03 January 2017 11:24

Namcho Dzogchen Ngondro Practice

PALYUL NYINGMA BUDDHISM VIHARA PADMA SAMBHAVA MEDAN
MENGADAKAN PELATIHAN NAMCHO DZOGCHEN NGONDRO
OLEH
KHENPO KHENTSE NORBU RINPOCHE

Acara: Latihan Namcho Dzogchen Ngondro
Waktu: September 2012
Tempat: Palyul Nyingma Buddhism Vihara Padma Sambhava
Komp. Asia Mega Mas Blok L No. 18-19 Medan

Namcho Dzogchen Ngondro juga dikenal sebagai "Buddha in the Palm of the Hand." Ini adalah Praktik Pendahuluan yang mendalam yang dikenal dengan "Empat Pondasi" diungkap oleh Terton Mingyur Dorje, yang utama diterima dari Arya Avalokitesvara dan Guru Rinpoche. Mingyur Dorje kemuddian mentransmisikan ajaran tersebut ke Karma Chagme Rinpoche, Kunzang Sherab Pemegang Silsilah Pertama Palyul dan sebagainya, dalam garis keturunan silsilah murni yang tak pernah putus sampai sekarang ini.

Praktik ini sebetulnya terdiri dari Praktik Pendahuluan (Ngondro) Luar dan Dalam. Praktik Pendahuluan luar brtujuan untuk mengubah pikiran kita menuju Dharma dengan merenungkan kelahiran manusia yang sangat berharga, ketidakkekalan, hukum sebab dan akibat (karma) dan penderitaan di samsara.
Ini adalah bagian yang paling mendasar dan penting dari praktik dimana akan membantu untuk mempersiapkan pikiran seseorang terhadap Dharma sebelum memulai dengan Praktik Pendahuluan (Ngondro) Dalam. Praktik Pendahuluan Dalam ini terdiri dari Perlindungan kepada Tiga Permata Berharga - Buddha, Dharma dan Sangha; Bodhicitta - praktik enam kesempurnaan dan menghasilkan aspirasi untuk mewujudkan pencerahan demi semua makhluk; Persembahan Mandala untuk mengurangi kemelekatan dan mengumpulkan pahala melalui cara-cara terampil; Vajrasattva pemurnian halangan melalui kebijaksanaan; dan Guru Yoga menerima berkat yang mana seseorang dapat mencapai pencerahan dalam satu kali kehidupan ini.

Dalam Praktik Namcho Ngondro, ketika telah menyelesaikannya dapat menghapus banyak halangan dari Tubuh, Ucapan dan Pikiran dan dapat membantu mengembangkan kebijaksanaan batin. Ini merupakan fondasi yang penting dan perlu bagi seseorang untuk menerima praktik yang lebih tinggi seperti Dzogchen. Ini juga memiliki potensi membangkitkan benih pencerahan dalam diri praktisi.

*Dalam hal menyelesaikan satu set penuh (bum nga) praktik ngondro, praktisi harus menyelesaikan 100.000 kali pengulangan setiap tahap latihan dengan total 500.000. Praktisi bisa mencoba menyelesaikannya di tempat masing-masing tanpa terikat pada waktu dan tempat*

Ini adalah Buku Namcho Dzogchen Ngondro, Doa Harian Praktik Pendahuluan yang diambil dari Sabda-Sabda Vajra Dzogchen Harta Kekayaan Spritual Angkasa. Yang digunakan oleh para murid Palyul Nyingma Buddhism Vihara Padmasambhava Medan yang dibimbing oleh Khenpo Khentse Norbu Rinpoche selaku Guru Pembimbing Spritual dan Resident Khenpo Vihara Padmasambhava.

Buku tersebut disusun dan dicetak oleh Palyul Nyingma Indonesia
Galeri Niaga Mediterania 1 Blok B8E
Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara - Indonesia
www.palyulid.org

Jum'at, 25 November 2016 14:57

PEMBUATAN RUPANG HIS HOLINESS PENOR RINPOCHE

His Holiness Penor Rinpoche atau Kyabje Drubwang Pema Norbu Rinpoche adalah pemegang tahta ke 11 Silsilah Palyul dari Sekolah Agama Buddha Nyingma di Tibet. Dia adalah kepala tertinggi dari garis keturunan Nyingmapa. His Holiness Penor Rinpoche lahir di tahun 1932, di wilayah Powo dari Kham, Tibet Timur. Choktrul Rinpoche adalah guru utamanya, meskipun ia menerima ajaran dari banyak biksu. Selain mempelajari beberapa subjek diantaranya menulis, puisi, astrologi dan obat-obatan, ia juga mempelajari sutra dari beberapa khenpo.

Pada saat berumur dua belas, ia menerima transmisi yang paling penting dari Choktrul Rinpoche dan juga pemberdayaan Sekolah Nyingma, termasuk pemberdayaan Kagye dan Richen Terdzo. Karma Kuchen Rinpoche memberinya terma ayat Ratna Lingpa. Pada tahun 2001, ia ditahbiskan sepenuhnya di Vihara Tarthang dan mengikuti vinaya. Garis keturunan ditransmisikan ke Tibet oleh Shantarakshita dan dia menerima semua petunjuk penting serta pemberdayaan dari tradisi Nyingma.

Pada waktu yang bersamaan, dia juga menerima siklus Tendrel Nyesel, terma wahyu dari Lerab Lingpa. Dia kemudian menyelesaikan Vajrakilaya retreat dan sesudah menerima semua transmisi dari Kangyur dan Tengyur, dia mengadakan retreat selama empat tahun. Selama itu dia menerima semua transmisi tradisi Palyul, mengikuti instruksi lisan rahasia Namcho dari Terton Mingyur Dorje. Penor Rinpoche berhasil menyelesaikan semua tahapan praktek, menyelesaikan bacaan akara dari Tiga Akar (Lama, Yidam dan Khandro), praktek pendahuluan Namcho, Tummo dan Tsa-Paru, serta praktek Dzogchen.

Beliau meninggalkan Tibet pada tahun 1959 dan kemudian mendirikan Vihara Namdroling yang terletak di Karnataka, di Selatan India. Namdroling telah menjadi Vihara Nyingma terbesar di dunia, dimana banyak khenpo, biarawan dan biarawati menerima pendidikan. Khenpo Namdrol adalah salah satu khenpo senior utama yang mengajar di Shedra (Sekolah Tinggi Buddhist) dari Namdroling. Penor Rinpoche melakukan kunjungan pertamanya ke Amerika Serikat pada tahun 1985. Pada tahun 1993, ia diangkat sebagai Kepala Nyingmapa Agung, menggantikan Kyabje Dilgo Khyentse Rinpoche.

Beliau memasuki Parinirvana pada tanggal 27 Maret 2009 dan mewariskan tahtanya kepada H.H. Karma Kuchen Rinpoche, pemegang Silsilah Palyul yang kedua belas. Sebagai bentuk perwujudan dari rasa bakti yang tinggi dan rasa hormat yang mendalam terhadap His Holiness Penor Rinpoche yang telah Parinirvana, Palyul Nyingma Buddhist Vihara Padma Sambhava Medan, Indonesia yang dipimpin oleh Khenpo Khentse Norbu Rinpoche dengan ini akan mempersembahkan Rupang HH Penor Rinpoche untuk ditempatkan di Golden Temple Namdroling dan dikediaman HH Penor Rinpoche. Proses pembuatan rupang tersebut memakan waktu 16 bulan lamanya. Diperkirakan akan selesai bulan Juni tahun 2014 dan akan dibawa ke Namdroling. Bagi teman-teman sedharma yang ingin berpartisipasi dalam pembuatan rupang tersebut, kami membuka kesempatan untuk ikut berpartisipasi. Harap hubungi Komite Palyul Nyingma Buddhist Vihara Padma Sambhava melalui email atau telepon langsung.

Sungguh merupakan suatu kesempatan yang sangat berharga dan sangat langka untuk dapat ikut berpartisipasi dalam pembuatan Rupang His Holiness Penor Rinpoche sebab rupang tersebut sangat langka karena hanya akan dibuatkan 2 (dua) buah saja  dan membutuhkan waktu yang lama untuk membuatnya. Pahala membuat Rupang adalah tak terhingga. Jangan lewatkan kesempatan yang berharga dan langka ini. Demikian proyek Pembuatan Rupang His Holiness Penor Rinpoche kami sampaikan agara kiranya semua teman-teman sedharma mengetahuinya dan bagi teman-teman sedharma yang mau ikut berpartipasi dalam proyek ini, harap hubungi anggota Komite Palyul Nyingma Buddhist Vihara Padma Sambahava Medan, Indonesia. Terimakasih atas dukungannya selama ini dan semoga Sang Tri Ratna membalas semua jasa pahala kebajikan yang telah diperbuat baik yang secara langsung maupun tidak langsung.


    

Rabu, 23 November 2016 17:02

Pema Norbu Rinpoche Keempat

Dengan sukacita dan kegembiraan yang luar biasa untuk memberitahukan kepada semua murid His Holiness Penor Rinpoche yang berada di seluruh dunia bahwa Guru kita yang tercinta telah dilahirkan kembali di Tibet. Berdasarkan surat nubuat dari His Holiness Jadrel Rinpoche, Penor Rinpoche Yangsi (reinkarnasi), lahir di dekat Leten Tramo Drag atau Dung Lung Tramo Drag, tempat suci dimana Nyingthing Yabshyi (Ajaran Empat Siklus Inti Hati) terungkap. Berdasarkan surat nubuat tersebut, dikombinasikan dengan visi murni dari Tulku Thubten Palzang Rinpoche, Yangsi diakui otentik.

Pada tanggal 31 Juli 2014, yang merupakan hari keberuntungan yang mana Sang Buddha pertama kali memutar roda Dharma, hari ke-4 dan bulan ke-6 tahun 2141 menurut penanggalan Tibetan, Yangsi akan naik tahta.

Kami meminta kepada seluruh saudara-saudari sedharma untuk melakukan doa-doa berikut untuk umur panjang Yangsi dan untuk mengatasi semua rintangan untuk keberhasilan upacara penobatan.

  1. Barche Lamsel (Doa untuk mecegah jalur hambatan)
  2. Sampa Lhundrup (Doa untuk tercapainya semua keinginan secara spontan)
  3. Neten Chagchod (Doa-doa dan persembahan ke 16 sesepuh)

Kami akan menginformasikan doa tambahan yang diperlukan untuk kedepannya.

Terimakasih.
Sekretaris Jendral
Administrasi Namdroling


Announcement in Tibetan Version

Announcement in English Version

Khenpo Khentse Norbu Rinpoche adalah Kepala Biara dari Biara Namdroling yang merupakan cabang dari Biara Palyul, salah satu biara terbesar dari 6 biara utama dari tradisi Nyingma di Tibet. Beliau dilahirkan pada tahun 1967. Dari usia yang sangat muda Beliau mempelajari dasar-dasar Buddhisme Tibet. Beliau menjadi biarawan pada usia 16 dengan mengambil ikrar dasar agama Buddha. Setelah berhasil menyelesaikan studi dasar seluruh Buddhisme Tibet seperti ritual nyanyian dan melakukan praktik ritual selama 4 tahun,  Beliau mendaftar di Ngagyur Nyingma Institute, Mysore, India Selatan, perguruan tinggi yang bergengsi pada Biara Namdroling di tahun 1988.
Beliau secara ekstensif belajar selama 9 tahun  dan berhasil memperlajari tata bahasa, sejarah dan puisi Tibet sebagai dasar studi, filsafat Buddhis tertinggi seperti Pramana (Logika Buddhis), Madhyamaka (Jalan Tengah), Abhi-dharma (Metafisika Buddhis), Prajnaparamita (Kesempurnaan dalam Kebijaksanaan), Vinaya (Disiplin Monastik) bagian dalam dan luar Tantra, sehingga mencakup seluruh ajaran Sutra dan Tantra filsafat Buddhis. Beliau menerima banyak ajaran, pemberdayaan (empowerment), transmisi lisan, instruksi rahasia dari Silsilah Sakyapa seperti ajaran Path and Fruition melalui Ngawang Khentse Thupten Nyingpo, Sakya Dagthri Rinpoche dan sebagainya. Beliau juga telah menerima ajaran-ajaran utama dari Buddhisme Tibet oleh Guru Besar yang tak terhitung jumlahnya dari Tibet, ajaran-ajaran rahasia dan petunjuk dari tradisi Nyingma oleh Khentse Rinpoche, Khenchen Jigmay Phunstok Rinpoche, Nyoshul Khen Rinpoche, Khenchen Pema Sherab Rinpoche, Khenchen Wangchuk Sonam Rinpoche, dan sebagainya. Dan yang paling utama, Beliau cukup beruntung untuk menerima seluruh Empowerment Tertinggi dan Rahasia, ajaran, transmisi lisan dan instruksi dari Ajaran Dzogchen dari Yangthang Rinppoche, H.H Taklung Tsetrul Rinpoche dan H.H Penor Rinpoche. Dengan demikian, pengetahuan Beliau tentang Filosofi Buddhis dan praktek moralitas selalu dipuji dan dihargai oleh Guru-Guru dari Biara Namdroling maupun di luar biara. Beliau menyelesaikan studi Buddhis yang lebih tinggi pada tahun 1996 dengan memperoleh nilai yang lebih tinggi di semua ujian akademis yang diadakan dalam kurun waktu 9 tahun di Ngagyur Nyingma Institute. Beliau dianugerahi gelar oleh Institute sebagai berikut:

  1. Thadrel Mrawai Wangchug (Pembabar Agung Jalan Tengah) setara dengan Higher Secondary pada tahun 1992 setelah menyelesaikan tahun ke-4.
  2. Pharchen Rabjam (Master Kesempurnaan) setara dengan Bachelor of Arts (BA) pada tahun 1995 setelah menyelesaikan tahun ke-6.
  3. Legshed Zothchang (Pemegang Perbendaharaan dari Ajaran Esoterik) setara dengan Master of Arts (MA) pada tahun 1997 setelah menyelesaikan tahun ke-9.
  4. Dogyud Tenpai Nangjed Chenpo (Eludicator ajaran Sutra dan Tantra)  setara dengan Doctor of Philosophy  (PhD) pada tahun 2003.

Berikut ini adalah posisi dan tanggung jawab yang telah Beliau ambil untuk melayani dalam biara:

  1. Guru Muda Pramana, Madhyamika, dan Abhi-dharma selama 3 tahun mulai dari tahun 1994 ketika Beliau masih mahasiswa.
  2. Sekretaris, Pengawas Pemerikasaan dan Bendahara Ngagyur Nyingma Institute selama 2 tahun.
  3. Presiden Ngagyur Nyingma Institute selama 2 tahun dari tahun 2007-2008.

Berikut ini adalah tanggung jawab yang telah Beliau ambil sebagai Guru di luar biara:

  1. Guru di Biara Gangten, Bhutan ketika Beliau masih sebagai seorang mahasiswa tahun ke-5 pada tahun 1993 dimana Beliau mengajarkan Madhyamika dan Pramana.
  2. Dosen Madhyamika dan Pramana di Biara Palyul, Tibet selama 1 tahun pada tahun 1997 di bawah arahan H.H Penor Rinpoche.
  3. Dosen Madhyamika dan Pramana di Shedrupling Tsogyal Nunnery selama 4 tahun.
  4. Dosen Madhyamika, Pramana dan Anuttarayoga Tantra di Biara Shechen, Nepal di bawah arahan H.H Penor Rinpoche.
  5. Dosen Khusus Anuttarayoga Tantra di Ngagyur Nyingma Institute untuk siswa senior selama 3 tahun.

Selain itu, Beliau secara luas telah memberikan ajaran Ngondro (Praktik Pendahuluan) dan Dzogchen (Kesempurnaan Agung) pada orang awam dalam berbagai kesempatan sehingga bermanfaat bagi banyak siswa yang tertarik dengan agama Buddha.  Singkatnya, mulai dari 1993 hingga 2008 untuk jangka waktu 16 tahun Beliau telah memberikan ajaran Filsafat Buddha baik Sutra maupun Tantra secara luas di Biara Namdroling dan biara lainnya di Nepal, Bhutan dan Tibet. Selama bertahun-tahun Beliau telah memperoleh banyak pengalaman dan kecakapan dalam pembabaran ajaran Buddhis tidak hanya secara umum tetapi juga filosofi yang berbeda, praktik serta intisari instruksi dari Sekolah Nyingma Buddhisme Tibet.

Saat ini, Beliau tinggal di Palyul Nyingma Buddhism Vihara Padma Sambhava Medan, Indonesia mengemban tanggung jawab sebagai Seorang Pembimbing dan Guru Spritual dalam membabarkan dan menyebarkan ajaran Buddha Dharma secara umum dan Tantrayana secara khusus.

Palyul Nyingma Buddhism Indonesia Vihara Padmasambhava Medan mengadakan Puja menyambut Tahun Baru Imlek atau Losar dengan mengundang Khenpo Khentse Norbu Rinpoche untuk memimpin Puja Gya Nag Kag Dhog (12 Shio), Mahakala dan 21 Dzambala dengan rangkain acara sebagai berikut:

Sabtu, 14 Maret 2015
Pukul 10:00 - 12:00     Dharma Teaching
Pukul 12:00 - 14:00     Makan Siang
Pukul 14:30 - 17:00     Puja Mahakala

Minggu, 15 Maret 2015
Pukul 10:00 - 12:00     Puja Gya Nag Kag Dhog (12 Shio)
Pukul 12:00 - 14:00     Makan Siang
Pukul 14:30 - 17:00     Puja 21 Dzambala (Nam Cho)

Tempat:
Alok Vegetarian Restaurant
Muara Karang Blok H1 Selatan No. 76 Jakarta Utara

Senin, 22 December 2014 12:48

Empowerment of 5 Yidams

Guru Padmasambhava, Avalokitesvara, Vajrapani, Hayagriva Dan Garuda Merah

Empowerment dari 5 Yidam ini diberikan oleh Khenpo Khentse Norbu Rinpoche dengan rangkain acara sebagai berikut:

Sabtu, 13 Desember 2014
Pukul 14:00 - 17:00 Inisiasi Guru Padmasambhava dan Avalokitesvara

Minggu, 14 Desember 2014
Pukul 14:00 - 17:00 Inisiasi Vajrapani, Hayagriva dan Garuda Merah

Tempat: Alok Vegetarian Restaurant
Muara Karang Blok H1 Selatan No. 76 Jakarta Utara

Kamis, 27 November 2014 12:40

Nyungne Retreat 2014 at Medan

PALYUL NYINGMA BUDDHISM VIHARA PADMASAMBHAVA MEDAN
MENGADAKAN
NYUNGNE RETREAT 2014 @ MEDAN

Registrasi dan Partisipasi:

  • Biaya pendaftaran: Rp. 500.000,- per peserta.
  • Pendaftaran ditutup tangal 5 November 2014
  • Tanggal retreat: 27-30 November 2014
  • Tempat retreat: Vihara Dharma Shanti - Brastagi - Sumatra Utara

Untuk informasi dari pendaftaran harap hubungi:

  1. Jakarta: Ismanto 0818111141, Jiwo 089692179920, Sugianto 0818732158, Juneta 0811655863.
  2. Medan: Herman Wongso 061-76215552, Herman Tanady 061-77778918, Wendy 06177788555, Evi 061-76722882

Nyungne adalah praktek yang paling efektif untuk memurnikan karma buruk akibat kesalahan kita sendiri. Praktek ini diungkapkan oleh Gelongma Phalmo, Puteri Seorang Raja dan ketika terserang penyakit kusta, Beliau mendapat mimpi dari Raja Indrabodhi agar melakukan Latihan Avalokitesvara. Dia melakukan praktek ini selama 12 tahun  dan menjadi seorang Mahasiddha. Retret meliputi praktek pemurian yang powerful seperti puasa dalam  waktu tertentu, namaskara dan hening atau tidak berbicara.

Retreat Pemurnian Nyungne ini melaksanakan delapan sila (atthasila)  selama beberapa hari. Pahala kebajikan mengikuti praktek Nyungne ini adalah tak terhingga. Pahala mengikuti 1(satu) kali Nyungne sama dengan pahala melafalkan 100 juta kali mantra Om Mani Padme Hum. Pahala mensponsori seseorang mengikuti Nyungne akan sama seperti mengikuti Nyungne tersebut.

KHENPO KHENTSE NORBU RINPOCHE: Retret Master

Khenpo Khentse Norbu Rinpoche adalah  Khenpo Senior di Palyul Monastery di Namdroling. Beliau pernah menjabat sebagai President Ngagyur Nyingma Institute, Perguruan Tinggi Nyingma yang bergengsi dan terbesar.
Beliau banyak menerima ajaran, inisiasi, transmisi lisan, dan instruksi rahasia dari beberapa Guru Besar Nyingma seperti Khenchen Jigmay Phunstok Rinpoche, Khenchen Pema Sherab Rinpoche, Khenchen Wangchuk Sonam Rinpoche, Nyoshul Khen Rinpoche dan yang paling utama Beliau menerima seluruh Empowernment Tertinggi dan Rahasia, ajaran, transmisi lisan dan instruksi rahasia ajaran Dzogchen dari Yangthang Rinpoche, His Holiness Taklung Tsetrul Rinpoche dan His Holiness Penor Rinpoche.
Khenpo Khentse Norbu Rinpoche telah 23 tahun memberikan ajaran Ngondro (Praktek Pendahuluan) dan Dzogchen (Kesempurnaan Agung) serta memberikan berbagai ajaran baik Sutra maupun Tantra secara luas di biara Namdroling, Nepal dan Bhutan


*JANGAN LEWATKAN KESEMPATAN YANG BERHARGA INI*












Sabtu, 05 July 2014 12:37

Puja Rigzin Duepa di Jakarta

Oleh: KHENPO KHNETSE NORBU RINPOCHE

Rigzin Duepa adalah aspek dalam dari Guru Padmasambhava yang merupakan perwujudan dari semua Buddha. Pada tanggal 10 setiap bulan Tibetan, semua Biara Nyingma akan melakukan Puja Rigzin Duepa yang mana merupakan hari Guru Padmasambhava. Puja ini terdapat Tsog Offering yang berarti persembahan untuk menambah keberuntungan. Bagi umat yang berpartisipasi dalam mempersembahkan makan untuk Tsog Offering  adalah berkah yang luar biasa yang mana bisa menambah keberuntungan.

Sabtu, 05 Juli 2014
Pukul 09:30 - 12:00 Dharma Talk: Mengenal Lebih Dekat Guru Padmasambhava

Mnggu, 06 Juli 2014
Pukul 09:30 - 12:00 Puja Rigzin Duepa dan Blessing Tsa Tsa HH Penor Rinpoche

Tempat:
ALOK Vegetarian Restaurant
Muara Karang Blok H1 Selatan No. 76 Jakarta Utara

Page 4 of 6

Three things cannot be long hidden: the sun, the moon, and the truth.

"Buddha"

Jadwal Acara

Copyright © 2016 - Palyul Nyingma Indonesia - All Rights Reserved

Pengunjung: 00364311