Indonesian Chinese (Simplified) English

Pengenalan Tibetan Buddhism

Wajrayana atau kadang ditulis Vajrayana, adalah suatu ajaran Buddha yang di Indonesia lebih sering dikenal dengan nama Tantra atau Tantrayana. Namun banyak juga istilah lain yang digunakan, seperti misalnya: mantrayana, ajaran mantra rahasia, ajaran Buddha eksoterik. Wajrayana adalah merupakan ajaran yang berkembang dari ajaran Buddha Mahayana, dan berbeda dalam hal praktek, bukan dalam hal fil...

Pengenalan Tentang Palyul

Apa itu palyul? Palyul adalah salah satu 6 Biara Induk ari Sekolah Nyingma atau Tradisi Terjemahan Awal dari Buddhisme Tibet. Biara ini didirikan pada tahun 1665 di Provinsi Kham, Tibet Timur (sekarang Baiyu, Sichuan, China) oleh Kunzang Sherab, Pemegang Tahta Pertama Palyul. His Holiness Karma Kuchen Rinpoche (kiri), Pemegang Tahta ke-12 adalah Pemimpin Silsilah Palyul saat ini. Sebagaimana ya...

Acara Palyul Nyingma Indonesia
Web Admin

Web Admin

Sabtu, 05 July 2014 12:37

Puja Rigzin Duepa di Jakarta

Oleh: KHENPO KHNETSE NORBU RINPOCHE

Rigzin Duepa adalah aspek dalam dari Guru Padmasambhava yang merupakan perwujudan dari semua Buddha. Pada tanggal 10 setiap bulan Tibetan, semua Biara Nyingma akan melakukan Puja Rigzin Duepa yang mana merupakan hari Guru Padmasambhava. Puja ini terdapat Tsog Offering yang berarti persembahan untuk menambah keberuntungan. Bagi umat yang berpartisipasi dalam mempersembahkan makan untuk Tsog Offering  adalah berkah yang luar biasa yang mana bisa menambah keberuntungan.

Sabtu, 05 Juli 2014
Pukul 09:30 - 12:00 Dharma Talk: Mengenal Lebih Dekat Guru Padmasambhava

Mnggu, 06 Juli 2014
Pukul 09:30 - 12:00 Puja Rigzin Duepa dan Blessing Tsa Tsa HH Penor Rinpoche

Tempat:
ALOK Vegetarian Restaurant
Muara Karang Blok H1 Selatan No. 76 Jakarta Utara

Oleh: KHENPO KHENTSE NORBU RINPOCHE

Puja 12 Shio adalah Puja yang dilakukan setiap awal tahun untuk menyelaraskan Shio yang Chiong pada pergantian tahun menurut tahun Imlek atau Tibetan. Dengan adanya puja tersebut diharapkan dapat menghilangkan halangan atau gangguan (chiong) bagi orang yang memiliki Shio yang Chiong pada tahun tersebut.

Mahakala adalah Pelindung Dharma atau Dharma Protector atau Dharmapala. Mahakala Utama aliran Nyingnapa adalah Ekajati, Damchen Dorje Lekpa dan Rahula. Puja Mahakala adalah puja bagi pelndung dharma untuk menghilangkan halangan luar, dalam dan rahasia. Halangan luar berupa sakit tubuh badan. Halangan dalam berupa duka pikiran sedangkan halangan rahasia berupa karma buruk akibat 5 jenis kemorosotan. Dengan Puja Mahakala diharapkan dapat membantu menghilangan semua halangan atau gangguan yang menyebabkan penderitaan.

Sang Puja, juga disebut Puja Asap. Ritual ini termasuk melafalkan doa dan pembuatan asap persembahan yang besar dengan membakar makanan (sereal, kacang, biscuit, permen, nasi, gula), minuman (anggur, jus, susu), potongan kain warna-warni, bunga dan dupa.

Pada Puja Asap ini, asap atau intisarinya dipersembahkan kepada 4 kelompok makhluk: Buddha, Bodhisattva, dan semua makhluk suci lainnya; para pelindung dharma; semua makhluk hidup; naga atau roh yang mungkin memiliki hutang karma dengan kita. Untuk dua kelompok pertama, asap diberikan sebagai persembahan sementara untuk dua kelompok lainnya, asap diberikan sebagai sedekah

Dikatakan bahwa makhluk hidup menerima persembahan itu dengan cara menghirupnya. Makhluk yang berada di neraka panas akan merasa sejuk dan tenang. Begitu juga, makhluk yang berada di neraka dingin akan merasa hangat dan puas. Preta atau hantu kelaparan juga senang karena merasakan ketenangan dari kelaparan dan kehausan mereka yang tak terpuaskan. Manusia juga merasa puas karena keinginan mereka dikabulkan.

Di banyak kehidupan yang lalu, kita pasti telah melukai naga, roh, makhluk suci sekitarnya, dewa duniawi dan makhluk hidup lainnya - baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Mungkin, kita mendaki gunung atau mandi di sungai dan menghancurkan tempat tinggal mereka pada waktu itu. Karena tindakan kita tersebut, kita telah membentuk suatu hutang karma antara makhluk-makhluk ini dengan diri kita. Sebagai akibat dari hutang karma ini, mereka membawa penyakit, rintangan dan halangan kepada kita untuk membuat kita “membayar” atas tindakan yang telah kita lakukan. Dengan melakukan Sang Puja, kita membayar semua hutang karma kita agar makhluk-makhluk ini berhenti melukai kita dan berhenti memberikan halangan kepada kita.

Sebelum kita memberikan persembahan dengan menuangkan  ke dalam api, seseorang tidak boleh berpikiran bahwa persembahan itu hanya berupa sepiring makanan atau segelas minuman. Sebaliknya, seseorang harus membayangkan bahwa persembahan itu adalah sebuah samudera luas berisi bahan-bahan yang berharga dan dipersembahkan kepada empat makhluk yang disebutkan di atas dan juga bahwa mereka semua sangat senang ketika mereka menerima persembahan dan sedekah dari kita.
Dzambala adalah dewa kekayaan. Meskipun itu adalah dewa duniawi, dikatakan bahwa Dia dekat untuk mencapai pencerahan. Praktek Dzambala akan membantu para praktisi menarik materi (keuangan) dan kekayaan spiritual. Praktisi harus menggunakan kekayaan mereka untuk melakukan pekerjaan yang lebih amal dan mengumpulkan manfaat dalam proses. Tanpa terganggu oleh kekhawatiran keuangan, lebih mudah bagi pikiran untuk menumbuhkan cinta kasih, welas asih dan juga kebijaksanaan. Pada akhirnya, itu adalah akumulasi manfaat dan kebijaksanaan yang akan membantu praktisi mencapai pembebasan dari Samsara dan mencapai Kebuddhaan.

Sabtu, 15 Februari 2014
Pukul 10:00 - 12:00 Puja Gya Na Kag Dhog (12 Shio)
Pukul 12:00 - 14:00 Makan Siang
Pukul 14:00 - 17:00 Puja Mahakala dan Penjelasan Singkat

Minggu, 16 Februari 2014
Pukul 10:00 - 12:00 Puja Riwo Sang (Smoke Offering)
Pukul 12:00 - 14:00 Makan Siang
Pukul 14:00 - 17:00 Puja 21 Zhambala dan Penjelasan Singkat

Tempat:
Restaurant Vegetarian DAPUR TERATAI
Taman Pluit Kencana No. 8 Jakarta Utara

Sabtu, 17 November 2012 12:30

Puja 21 Zhambala dan Mahakala di Jakarta

Oleh: KHENPO KHENTSE NORBU RINPOCHE

Dzambala adalah dewa kekayaan. Meskipun itu adalah dewa duniawi, dikatakan bahwa Dia dekat untuk mencapai pencerahan. Praktek Dzambala akan membantu para praktisi menarik materi (keuangan) dan kekayaan spiritual. Praktisi harus menggunakan kekayaan mereka untuk melakukan pekerjaan yang lebih amal dan mengumpulkan manfaat dalam proses. Tanpa terganggu oleh kekhawatiran keuangan, lebih mudah bagi pikiran untuk menumbuhkan cinta kasih, welas asih dan juga kebijaksanaan. Pada akhirnya, itu adalah akumulasi manfaat dan kebijaksanaan yang akan membantu praktisi mencapai pembebasan dari Samsara dan mencapai Kebuddhaan.

Mahakala adalah Pelindung Dharma atau Dharma Protector atau Dharmapala. Mahakala Utama aliran Nyingnapa adalah Ekajati, Damchen Dorje Lekpa dan Rahula. Puja Mahakala adalah puja bagi pelndung dharma untuk menghilangkan halangan luar, dalam dan rahasia. Halangan luar berupa sakit tubuh badan. Halangan dalam berupa duka pikiran sedangkan halangan rahasia berupa karma buruk akibat 5 jenis kemorosotan. Dengan Puja Mahakala diharapkan dapat membantu menghilangan semua halangan atau gangguan yang menyebabkan penderitaan.

Sabtu, 17 November 2012
Pukul 10:00 - 12:00 Dharma Teaching : 21 Zhambala
Pukul 12:00 - 14:00 Makan Siang dan Istirahat
Pukul 14:00 - 17:00 Puja 21 Zhambala

Minggu, 18 November 2012
Pukul 10:00 - 12:00 Dharma Teaching : Mahakala
Pukul 12:00 - 14:00 Makan Siang dan Istirahat
Pukul 14:00 - 17:00 Puja Mahakala

Tempat :
Restaurant Vegetarian DAPUR TERATAI
Taman Pluit Kencana No. 8 Jakarta Utara

MEMBAKAR KARMA BURUK MERAIH KESUKSESAN

Oleh: YANG MULIA KHENPO KHENTSE NORBU RINPOCHE

Chod merupakan ritual Buddhist kuno yang dikenal karena kekuatannya untuk mebyembuhkan penyakit mental dan fisik, menghapus karma buruk yang menjadi hambatan pertumbuhan spritual dan mengatasi penderitaan manusia dengan membayar hutang karma negatif.

Guru Padmasambhava atau biasa dikenal Guru Rinpoche yang berarti Guru yang berharga di Tibetan Buddhism yang merupakan manifestasi dari Buddha Amitabha. Beliau dilahirkan dari sebuah bunga teratai di tengah peristiwa ajaib di Danau Kosa dekat Oddiyana. Melalui kekuatan-Nya yang besar dalam menaklukan semua kekuatan, Beliau berhasil membawa dan menyebarkan Agama Buddha di Tibet. Guru Rinpoche dianggap sebagai Buddha Kedua di Aliran Vajrayana dan dikalangan orang Tibet. Dikatakan bahwa para guru spritual  sering berseru kepada-Nya untuk meminta bantuan ketika menghadapi masalah yang serius. Beliau pernah berkata, "Aku akan datang dan menghapus penderitaan manusia di dunia".

Guru Drakpo merupakan manifestasi dari Guru Padmasambhava dalam bentuk murka adalah pelindung Dharma dan penghancur rintangan di jalan menuju pencerahan. Praktek ini sangat bermanfaat untuk mengubah kondisi negatifmenjadi cahaya kebijaksanaan.

Khenpo Khentse Norbu Rinpoche (Ph.D) adalah Khenpo Rinpoche Senior sekaligus pakar ajaran Buddha Dharma lulusan Ngagyur Nyingma Institute, perguruan tinggi bergengsi pada Biara Namdroling di India Selatan. Beliau telah memberikan ajaran Filsafat Buddha baik Sutra maupun Tantra selama lebih dari 16 tahun di Biara Namdroling dan biara lain di Tibet, Nepal, Bhutan dan India dengan pemahaman yang sangat mendalam. Beliau pernah menjabat sebagai Rektor di Ngagyur Nyingma Institute, dan memiliki banyak pengalaman dan kecakapan dalam pembabaran ajaran Buddha Dharma secara umum maupun filosofi yang berbeda.

Ritual ini sangat baik bagi kesehatan, membebaskan masalah, menghancurkan penghalang atau rintangan, mendatangkan kemakmuran dan memperoleh kebahagiaan.

Sabtu, 21 April 2012
16:00 - 18:00 Dharma Teaching: Membakar Karma Buruk Meraih Kesuksesan I
18:00 - 19:00 Istirahat dan Makan Malam
19:00 - 21:00 Chod Puja (membakar karma buruk)

Minggu, 22 April 2012
16:00 - 18:00 Dharma Teaching: Membakar Karma Buruk Meraih Kesuksesan II
18:00 - 19:00 Istirahat dan Makan Malam
19:00 - 21:00 Puja dan Inisiasi Guru Drakpo Tachung Barwa

Tempat:
Buddhayana Dharmawira Center/Sekretariat SIDDHI Surabaya
Jl. Panjang Jiwo Permai Selatan No. 4
Surabaya

Jum'at, 22 November 2013 12:06

Grand Puja Vajrakilaya 2014 di Medan

GRAND PUJA VAJRAKILAYA

Doa Menghilangkan Rintangan

Vajrakilaya adalah manifestasi dari Vajrasattva yang mana merupakan inti kebijaksanaan Buddha tiga zaman dan sepuluh penjuru,sehingga memiliki kekuatan dan kemamuan luar biasa. Pada zaman kemerosotan moral ini, makhluk hidup mengalamai gangguan kemerosotan mental yang hebat. Sebuah manifestasi Buddha atau Bodhisattva yang biasa dalam wujud yang damai sulit untuk menyelamatkan makhluk-makhluk dengan kemerosotan seperti ini. Maka, Vajrasattva pemegang vajra, bermanifestasi menjadi wujud yang murka untuk menenangkan makhluk-makhluk ini. Vajrakilaya membentuk semua aktifitas pencerahan dari semua Buddha, bermanifestasi menjadi sebuah bentuk yang penuh murka dan juga cinta kasih dengan tujuan mengendaalikan delusi maupun hal-hal negatif yang dapat muncul sebagai rintangan dalam latihan Dharma. Vajrakilaya memiliki tiga kepala, enam tangan dan empat kaki. Masing-masing mewakili Tiga Kaya (Dharmakaya, Shambogakaya dan Nirmanakaya). Enam Paramita dan Empat Tanpa Batas (cinta kasih, welas asih, kebahagiaan dan ketenangan). Dia dihiasi oleh delapan ornamen deity bentuk murka dengan sepasang sayap yang mana mewakili tindakan yang cepat. Nama Tibet dari Vajrakilaya adalah Dorje Shonnu. Dorje berarti tdak bergerak dan tidak berubah. Shonnu berarti selamanya muda, tidak menua dan tiada penyakit. Pasangan Vajrakilaya disebut Khorlo Gyedun Ma, yang merupakan manifestasi dari tara Hijau yang mana adalah inti dari semua Dakini. Tubuhnya berwarna biru yang mewakili tidak bergerak dan tidak berubah. Dia melimpahkan berkah dari semua kegiatan ang harus dicapai dengan cepat.


Acara ini dipimpin oleh:
Khenpo Khentse Norbu Rinpoche
Dan Para Lhama dari Palyul Namdroling Monastery

Jumat, 05 Desember 2013
Pukul 09:00 - 11:30     Puja Vajrakilaya Pagi
Pukul 14:00 - 16:30     Puja Vajrakilaya Siang
Pukul 19:00 - 21:30     Puja Vajrakilaya Malam

Sabtu, 06 Desember 2013
Pukul 09:00 - 11:30     Puja Vajrakilaya Pagi
Pukul 14:00 - 16:30     Puja Vajrakilaya Siang
Pukul 19:00 - 21:30     Puja Vajrakilaya Malam

Minggu, 07 Desember 2013
Pukul 09:00 - 11:30     Puja Vajrakilaya Pagi
Pukul 14:00 - 16:30     Puja Vajrakilaya Siang
Pukul 19:00 - 21:30     Puja Vajrakilaya Malam

Tempat:
PALYUL NYINGMA BUDDHISM
VIHARA PADMASAMBHAVA
Komp. Asia Mega Mas Blo L No. 18-19
Medan

Minggu, 01 December 2013 12:03

Seminar 3 Aliran Buddhis Terbesar

Seminar 3 Aliran Buddhis Terbesar di Akhir Tahun

" Mengupas sebuah Misteri yang jarang diungkap sebelumnya "
"SESUNGGUHNYA, KAPANKAH KITA TERLAHIR KEMBALI?"

Palyul Indonesia - Vihara Padma Sambhava
Hari / Tanggal : Minggu, 1 Desember 2013
Waktu : 14.00 WIB - Selesai
Tempat : Sport Center Harapan Indah, Bekasi Barat

With Special Price :
VIP : Rp. 100.000
REG : Rp. 50.000
On the spot : REG Rp. 75.000
Moderator : Roby Oktober
Free Snack
Info lebih lanjut, hubungi :

Diondy - 0856 9571 8859
Aldy : 0896 8013 8986
Ervin : 0899 8196 691
Erika : 089 8819 0051 / 289F 764F
Marsela : 0856 9235 6263 / 29A8 A13E
Randy Tunggeleng : 0813 1126 6726

Kamis, 05 December 2013 11:55

Nyung Ne Retreat 2013

Palyul Nyingma Vihara Padma Sambhava mengadakan Nyung Ne Retreat 2013 pada tanggal 05-08 Desember 2013 di JhanaManggala, Gunung Geulis, Ciawi, Bogor.

Nyungne adalah praktek yang paling efektif untuk memurnikan karma buruk akibat kesalahan kita sendiri. Praktek ini diungkapkan oleh Gelongma Phalmo, Puteri Seorang Raja dan ketika terserang penyakit kusta, Beliau mendapat mimpi dari Raja Indrabodhi agar melakukan Latihan Avalokitesvara. Dia melakukan praktek ini selama 12 tahun  dan menjadi seorang Mahasiddha. Retret meliputi praktek pemurian yang powerful seperti puasa dalam  waktu tertentu, namaskara dan hening atau tidak berbicara.

Retreat Pemurnian Nyungne ini melaksanakan delapan sila (atthasila)  selama beberapa hari. Pahala kebajikan mengikuti praktek Nyungne ini adalah tak terhingga. Pahala mengikuti 1(satu) kali Nyungne sama dengan pahala melafalkan 100 juta kali mantra Om Mani Padme Hum.  Pahala mensponsori seseorang mengikuti Nyungne akan sama seperti mengikuti Nyungne tersebut.

Registrasi dan Partisipasi:

  • Biaya pendaftaran: Rp. 500.000,- per peserta.
  • Pendaftaran ditutup tangal 20 November 2013
  • Tanggal retreat: 5-8 Des 2013
  • Tempat retreat: Jhana Manggala Gunung Geulis, Ciawi, Bogor

Untuk informasi dan registrasi, silahkan hubungi Panitia sebagai berikut:

Jakarta:

Ismanto 0816641862

Jiwo 088809810384

Sugianto 0818732158

Juneta 0811655863

Medan:

Herman Wongso 0811636860

Herman Tanadi 085270775130

Wendy 06177229993

    

    

    

    

    

Empowerment of Buddha Amitabha and Buddha Amitayus + Puja Pemberkahan 21 Zhambala

Palyul Indonesia - Vihara Padma Sambhava

Sabtu, 26 Mei 2012
    Pukul 14.00 - 16.00 WIB
    Empowerment ( Inisiasi ) Amitabha Buddha

    Pukul 19.00 WIB - Selesai
    SUR Puja ( Puja Persembahan Kepada Leluhur )

Minggu, 27 Mei 2012
    Pukul 14.00 - 16.00 WIB
    Empowerment ( Inisiasi ) Amitayus Buddha
    Visudhi Trisarana

    Pukul 19.30 WIB - Selesai
    Puja Pemberkahan 21 Zhambala

Tempat:
Restoran Happy - Happy
Jl. Sampali ( Simpang Jl. Wahidin )
No. 37 / 49

Sabtu, 29 January 2011 11:27

Special Empowerment on the Three Roots

SPECIAL EMPOWERMENT ON THE THREE ROOTS
(Lama/Guru - Yidam/Deva - Khandro/Dakini)
WITH MAHAKALA PUJA

Lama/Guru Rigzin Duepa/Guru Padmasambhava yang merupakan perwujudan dari semua Buddha, dikenal sebagai Lama Rigzin Duepa

Yidam/Deva Drakpo Ta Chung Barwa adalah perwujudan dari semua yidamdan secara khusus perwujudan dari Guru Murka, Hayagriva dan Great Garuda, penakluk naga
i
Khandro/Dakini Yeshe Tsogyal adalah perwujudan dari Yeshe Tsogyal sendiri, Tara dan Vajravarahi secara external, internal dan rahasia sesuai urutan

Makna dari Tiga Akar:
1. Tanpa bergantung kepada Lama/Guru, akar dari semua berkah, tidak ada kemungkinan mendapatkan berkah dari Buddha
2. Tanpa bergantung kepada Yidam/Deva, akar dari semua pencapaian, tidak ada kemungkinan Buddha memberikan suatu      pencapaian
3. Tanpa bergntung kepada Khandro/Dakini, akar dari semua aktifitas suci, tidak ada kemungkinan munculnya aktifitas altruistik Buddha yang bertujuan untuk membantu sesama di dalam diri kita

Oleh karena itu, sebagai permulaan, seseorang harus memperoleh kuasa yang sebenarnya, jika tidak, mendengarkan ajaran Dharma, bermeditasi kepada Yidam/Deva, membaca mantra dan meditasi Samadhi dilarang sepenuhnya. Sesudah kuasa diterima, diizinkan mendengarkan Dharma, bermeditasi kepada yidam/deva dan membaca mantra. Jug terdapat keuntungan lainnya yang tak terhingga seperti bahwa seseorang akan selalu dilindungi oleh pelindung Dharma. Karena itu sangatlah penting untuk mendapatkan kuasa, untuk itu kami telah mengundang Guru Spritual Khenchen Pema Sherab Rinpoche.

Kami, Khenpo Khentse Norbu Rinpoche dan segenap anggota kepanitiaan dari Vihara Padmasambhava, menghimbau kepada semua pengikut dari Doktrin Sakyamuni Buddha agar dapat menerima kuasa yang berharga ini.

Sabtu, 29 Januari 2011
14:00 - 16:00     INISIASI LAMA RIGZIN DUEPA & YIDAM DRAKPO TA CHUNG BARWA
19:00 - 21:00     MAHAKALA PUJA

Minggu, 30 Januari 2011
14:00 - 16:00     INISIASI KHANDRO YESHE TSOGYAL & CERAMAH DHARMA TENTANG THREE ROOTS (Lama/Guru - Yidam/Deva - Khandro/Dakini)
19:00 - 21:00     MAHAKALA PUJA

Tempat:
SELECTA BUILDING Lantai 3
Jl. Listrik No. 2 Medan

Selasa, 22 November 2016 10:37

Transmisi Dari Tantra Batin dan Dzogchen

Menurut sejarah Nyingma, tiga kelas Tantra Dalam yaitu Mahayoga, Anuyoga dan Atiyoga, semua berasal dari Samantabhadra, Buddha Primordial yang tak lain adalah rwalitas pikiran Buddha itu sendiri. Dari perspektif Tantra Dalam, yang merupakan tiga kaya yakni Dharmakaya, Sambhogakaya dan Nirmanakaya adaah identik intinya. Sesorang tidak memiliki Sambhogakaya atau Nrmanakaya tanpa sumber dari mereka yang mana adalah Dharmakaya. Ini berarti Nirmanakaya Buddha Sakyamuni fan Buddha Samantabhadra Dharmakaya bukanlah dua Buddha yang terpisah tapi manifestasi dari kebuddhaan tunggal. Perbedaan terletak pada persepsi, kapasitas dan kebutuhan murid-murid yang berbeda. Bodhisattva dari Bhumi Pertama, yang sementara mreka tidak bisa secara langsungbertemu dengan Dharmakaya Buddha Samantabhadra, mereka mampu bertemu dengan dia melalui Sambhogakaya, Jadi mereka menerima ajaran Vajrayana melalui kehadiran Buddha Sambhogakaya. Bagai mereka yang tidak dapat secara langsung merasakan Sambhogakaya, maka pikiran yang terbangun muncul dan mengajarkan sesuai dengan tingkat pemahaman dan persepsi mereka di dalam bentuk Nirmanakaya, seperti dalam halnya Buddha Sakyamuni. Namun demikian, Samantabhadra dan Sakyamuni keduanya adalah aspek dari Kebuddhaan Tunggal.

Tantra Dalam telah ditransmisikam dari Dharmakaya Buddha Samantabhadra sampai hari ini dalam tiga tahap yang berbeda: Niat Tercerahkan (atau pikiran) Silsilah dari para Buddha, Silsilah Dalam Simbolik dari Pemegang Kesadaran atau Vidyadhara, dan Silsilah Lisan Individu Manusia yang ditinggikan. Melalui tiga transisi inilah Tantra Batin memasuki dunia kita dan menemukan menemukan manusia pertama mereka (dalam penampilan setidaknya) penerima di Prahevajra, atau Garab Dorje. Tantra Dalam kemudian ditransmisikan oleh Prahevajra ke Manjushrimitra dan dari dia kepada Shri Singha. Pemegang silsilah ini mewariskan ajaran kepada Padmasambhava, Jnanasutra, dan Vimalamitra yang bersama dengan guru kelahiran Tibet Vairotsana, membawa garis keturunan dan ajaran ke Tibet. Garis keturunan dari Tantra Dalam dan Dzogchen terus turun hingga hari ini melalusi suksesi tak terputus dari Kama dan Terma, dan telah menghasilkan sejumlah meditator kesadaran agung, utama dan guru yang telah memegang garis keturunan dan membawa ajaran sampai membuahkan hasil. Serta pendiri silsilah awal tersebut, guru-guru tersebut termasuk Dua Puluh Lima Murid Padmasambhava, para Terton, Longchen Rabjam (Longchenpa 1308-1364), Patrul Rinpoche (1808-1887), Dodrubchen Rinpoche dan Ju Mipham (1846-1912).

 

Longchenpa adalah teramat penting untuk Nyingmapa, terutama di dalam tradisi Dzogchen. Dia menyatukan dan mengkompilasi ajaran tentang dua Dzogchen Nyingthig silsilah utama (sari jantung), menambahkan tida komentarnya sendiri terhadap ajaran Guru Rinpoche dan Vimalamitra. Ia juga menulis Dzodun yang terkenal (Tujuh Harta Karun), teks yang menyajikan berbagai aspek pandangan, meditasi, dan pelaksanaan Nyingma Semibilan Yana (kenderaan). Dia meninggalkan lebih dari dua ratus lima puluh risalah, banyak yang masih dianggap sebagai karya yang paing komorehensif dan otoritatif yang belum pernah ditulis mengenai pandangan dan oraktek Dzogchen. Itu visinya tentang Longchenpa dan Padmasambhava bahwa Terton Rigdzin Jigme Lingpa mulai mengirimkan termaNya, Longchen Nyingthig (Sari Jantung dari Hamparan Luas atau Tetes Jantung dari Longchenpa) siklus pengajaran. Sejak diwahyukan kepada Jigme Lingpa sebagai Terma Pikiran, Longchen Nyingthig telah menjadi salah satu yang paling banyak dipraktekkan dari semua tradisi Dzogchen. Hal ini dipandang sebagai sintesis dari dua tradisi Dzogchen yang datang melalui Padmasambhava (Khandro Nyingthig) dan Vimalamitra (Vima Nyngthig), dan yang mengalir bersama-sama di Longchenpa. Seoerti itulah ajaran silsilah Longchen Nyingthig yang Drupon Rinpoche Karma Lhabu dari Lama-nya, guru dari aris keturunan yang ditamoilkan dalam bagian ini.

Nyingma atau garus keturunan kuno adalah yang tertua daari tradisi Buddhisme Tibet. Meskipun sevara historis Buddhisme telah  diperkenalkan di Tibet pada abad ke tujuh, pada masa oemerintahan Raja Songtsen Gampoi (617-698), itu hanya diteguhkan sepenuhnya pada masa pemerintahan Trisong Detsen (790-858). Sementara tradisi-tradisi Buddhis yang besar berkembang di India, Raja Trisong Detsen mengundang otang India ternama Pandita Shantarakshita untuk membantunya dalam meneguhkan agama BUddha di Tbet. Karena halangan di dalam pekerjaan mereka dan atas saran Shantarakshita, Sang Raja mengundang Padmasambhava (Pema Jungney dalam bahasa Tibet) ke Tibet, meminta dia untuk menenangkan kekuatan negatif dan halangan.

Bersama dengan Shantarakshita, Padmasambhava membangun Biara Samye yang terkenal di Tibet Selatan, yang menjadi pusat utama pembelajaran dan dimana sebagian besar teks-teks sanskerta dan sastra dari India pertama kali diterjemahkan kedalam bahasa Tibet. Di bawah arahan Padmasambhava dan Vimalamitra serta Vairotsana dan melalui upaya lebih dari seratus pandita Tibet dan India, Mahayoga, Anuyoga dan Atiyoga Tantra diterjemahkan ke bahasa Tibet bersama dengan sebagain besar ajaran Buddha yang kemudian dikenal sebagai Guru Rinpoche (Guru Mulia) adalah sangat penting terutama untuk silsilah Nyingma dan Buddhisme Tibet pada umumnya, yang memandang Dia sebagai Bapak Pendiri Agama Buddha Di Tibet. Ia juga dianggap oleh Nyingmapa sebagai Buddha Kedua.

Keturunan Nyingma mengkategorikan ajaran-ajaran Buddha dan jalan Buddhis lengkap menjadi Semibilan Yana atau Kenderaan. tiga pertama dari ini adalah Tiga Kenderaan Umum: Shravaka Yana, Pratyekabuddha Yana dan Bodhisattva Yana (Mahayana). Kemudian diikuti oleh Tiga Tantra Luar: Kriya Tantra, Upa (charya) Tantra dan Yoga Tantra. Dan terakhir ada Tiga Tantra Dalam : Mahayoga, Anuyoga dan Atiyoga. Enam pertama dari sembilan yana ini adalah umum untuk semua sekolah Buddhisme Tibet, sedangkan tiga bterakhir, Tantra Dalam adalah untyk garis keturunan Nyngma (sekolah lain memiliki presentasi yang sediki berbeda dari Tatra yang kebih tinggi, dalam bentuk Tantra Anuttarayoga).
Page 5 of 7

Three things cannot be long hidden: the sun, the moon, and the truth.

"Buddha"

Jadwal Acara

Copyright © 2016 - Palyul Nyingma Indonesia - All Rights Reserved

Pengunjung: 00445509